Example floating
Example floating
Pendidikan

Mahasiswa KKN STAI YAPNAS Jeneponto Inovatif, Hadirkan Tempat Sampah dari Bambu untuk Lingkungan Bersih

595
×

Mahasiswa KKN STAI YAPNAS Jeneponto Inovatif, Hadirkan Tempat Sampah dari Bambu untuk Lingkungan Bersih

Sebarkan artikel ini

ININFO, Jeneponto – Dalam rangka memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, mahasiswa KKN STAI YAPNAS Jeneponto kelompok 5 berhasil melaksanakan program pengadaan tempat sampah berbahan bambu di Desa Bontojai, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas sampah.

Example 300x600

Firman, selaku Koordinator Desa (Kordes) KKN, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

READ:  Kadis Dikbud Banggai Instruksikan Kordik Wilayah Deteksi Anak Putus Sekolah

“Kami berharap program ini mampu menambah wawasan masyarakat mengenai pengelolaan sampah, mendorong kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, dan meningkatkan keterampilan dalam memanfaatkan bahan-bahan alam, seperti bambu, untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Firman.

Sebanyak tujuh titik di desa ini kini memiliki fasilitas tempat sampah bambu, yang tersebar di sejumlah masjid dan kantor desa, termasuk Masjid Jami’babul Dusun Bontojai, Masjid Nur Bontoa, Masjid Syuhada Bontomanai, dan lainnya.

Program ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk perangkat desa dan dosen pembimbing KKN, Nurhayani S.Pd., M.Pd.

READ:  Kampus Mengajar Angkatan 8 2024 Resmi Diterima di SD Inpres Pondan

Tidak hanya berhenti pada penyediaan fasilitas, mahasiswa KKN juga aktif mengedukasi masyarakat tentang dampak buruk sampah terhadap lingkungan.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal yang mampu mendorong masyarakat untuk lebih bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan, termasuk mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama di sungai.

Perangkat desa memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Mereka menilai program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan desa dan mampu memberikan dampak jangka panjang.

READ:  15 Pelajar di Luwuk Ditemukan Asik Menghirup Lem Fox.

“Kami sangat mengapresiasi upaya mahasiswa KKN dalam memperkenalkan kebersihan lingkungan secara langsung kepada masyarakat,” ungkap salah satu perangkat desa.

Dengan adanya program ini, Desa Bontojai diharapkan menjadi desa percontohan yang mampu menginspirasi desa-desa lainnya untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan potensi lokal, seperti bambu, untuk solusi lingkungan yang berkelanjutan.***

Example 120x600