Example floating
Example floating
DaerahPemerintahan

Dipimpin AT-FM, Banggai Surplus Tanaman Pangan Hingga Suplay Beras Keluar Daerah

496
×

Dipimpin AT-FM, Banggai Surplus Tanaman Pangan Hingga Suplay Beras Keluar Daerah

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHP Kabupaten Banggai, Hendra Yarno Saadjad

Ininfo, Banggai – Di bawah kepemimpinan Bupati Amirudin dan Wakil Bupati Furqanuddin Masulili, Kabupaten Banggai berhasil meningkatkan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat, melalui sektor tanaman pangan.

 

Example 300x600

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHP Kabupaten Banggai, Hendra Yarno Saadjad, SP.MP, kepada awak media ini, Kamis 29 Agustus 2024, mengungkapkan bahwa, saat ini Pemda tengah menggenjot produksi tanaman pangan seperti beras, jagung dan kedelai.

 

Dijelaskanya, berdasarkan data yang ada bahwa khusus untuk produksi beras, Kabupaten Banggai mengalami surplus. Sehingga, beras yang ada mampu disuplai ke beberapa daerah tetangga seperti Kabupaten Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Morowali dan Morowali Utara, bahkan sampai ke Provinsi Gorontalo, Manado juga Pulau Taliabu.

READ:  BRIDA Banggai Gratiskan Biaya Pendaftaran HAKI Bagi Pelaku UMKM

 

“Saat ini kita mengalami surplus beras. Dibuktikan dengan banyaknya distributor yang sudah menjadikan Kabupaten Banggai sebagai sumber pengambilan beras,” katanya.

 

Ditambahkannya, saat ini Kabupaten Banggai memiliki sekitar 27.367 hektar areal persawahan yang tersebar di 24 kecamatan. Dari data yang ada, produksi tanaman pangan kita terus mengalami kenaikan sekitar 5 persen dalam kurun 3 tahun sejak kepemimpinan AT-FM.

 

“Data areal persawahan di Kabupaten Banggai saat ini sekitar 27.367 hektar tersebar di 24 kecmatan. Namun yang terbesar di Kecamatan Toili Barat, yakni 6007 hektar,” ungkapnya.

READ:  Musrenbang RKPD Tingkat Kecamatan Ratolindo Dibuka Oleh Plh Sekda Alfian Matajeng

 

Sehingga, untuk tetap mempertahankan produksi pangan Dinas TPHP Banggai yang saat ini dinahkodai Subhan Lanusi, saat ini tengah mengupayakan bantuan alat produksi dan pasca panen.

 

“Saat ini kita kendala dialat pengering. Jumlahnya masih terbatas dan tidak berbanding dengan hasil produksi. Sehingga ketika musim panen banyak gabah yang rusak,” ujar Hedra.

 

Ditambahkan Hendra, hasil produksi beras jika dirata-ratakan untuk panen tanaman padi setiap tahun mencapai 90 ribu ton. Angka tersebut melebihi kebutuhan konsumsi beras di daerah yang hanya 37 ribu ton.

READ:  Pj. Sekda Banggai Pimpin Upacara HAB Ke-79: Tekankan Pendidikan Berkualitas dan Harmoni Umat Beragama

 

“Kita surplus beras sekitar 53 ribu ton. Untuk itu kita masih butuh Saprodi (Sarana produksi) harus mendukung mulai dari benih, pupuk, pestisida dan alsintan, agar produksi pangan kita bertahan dan kualitasnya bisa menembus pasar moderen,” tandasnya.

 

Diakhir Hendra menegaskan bahwa upaya mempertahankan dan meningkatkan pangan daerah, bagian dari perwujudan serta realisasi program berdasarkan visi misi AT-FM, dalam rangka peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat khususnya para petani. ***

Example 120x600