ININFO, BANGGAI – Festival Budaya Babasalan, yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai untuk keenam kalinya, berlangsung meriah dengan membawa fokus utama pada kebudayaan asli Babasalan, yang meliputi suku Banggai, Balantak, Saluan, dan Andio. Acara ini diharapkan menjadi sarana edukasi tentang keberlanjutan pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Banggai.
Festival yang dimulai sejak pagi hari ini diawali dengan parade kostum dari siswa-siswi SMK dan SMA di Kabupaten Banggai. Tidak hanya diramaikan oleh peserta dari dalam kabupaten, acara ini juga menarik minat dari provinsi tetangga seperti Gorontalo dan beberapa kabupaten sekitar, termasuk Poso dan Sigi.
Berlangsung selama empat hari, pembukaan festival ini turut dihadiri berbagai tamu kehormatan, di antaranya Pjs. Bupati Banggai, Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah, perwakilan Kementerian Pariwisata, Sekda Kabupaten Tojo Una-Una, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Donggala, Ketua DPRD dan jajaran Forkopimda Kabupaten Banggai, serta Sekda Banggai.
Dalam festival ini, Dinas Pariwisata Banggai juga berkolaborasi dengan seniman dari luar daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai, Ismed Wardana, menyampaikan harapannya agar festival ini dapat masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara.
“Mengadopsi format berbeda, kami berharap event ini bisa masuk dalam Karisma Event Nusantara. Kepada perwakilan Kementerian Pariwisata, kami mohon kritik dan saran jika ada kekurangan dalam penyelenggaraan event ini,” ujarnya.
Dengan mengusung tagline “Bangga Banggai,” festival yang berlangsung lima hari ini juga diharapkan mampu memutar perekonomian Kabupaten Banggai, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. ***















