Example floating
Example floating
PEMDA TOJO UNA UNA

Melalui Laporan Digital Terintegrasi, Penanganan Stunting di Touna Terus Digencarkan

277
×

Melalui Laporan Digital Terintegrasi, Penanganan Stunting di Touna Terus Digencarkan

Sebarkan artikel ini

Touna inInfo.id – Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) pada Kamis 26 Juni 2026 di ruang rapat Kantor Bupati melaksanakan kegiatan Pengisian Aplikasi Pelaporan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting.

Sekretaris Bapperida Ishak W. Kanali mewakili Kepala Bapperida Kabupaten Tojo Una-una membuka kegiatan tersebut.

Example 300x600

Kegiatan ini dihadiri sejumlah Camat, perwakilan OPD dan lintas sektor terkait.

Ishak Kanali dalam sambutannya menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak, mulai dari OPD teknis hingga pemerintah desa, dalam menyampaikan data, informasi yang akurat dan tepat waktu.

READ:  Batas Wilayah Administrasi Touna – Morowali Utara Capai Kespakatan, Berita Acara Resmi Di Tandatangani Kedua Kepala Daerah

Laporan bukan sebagai kewajiban administratif, namun menjadi dasar dalam evaluasi kinerja serta perbaikan program di masa mendatang,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, dengan arah baru pemerintahan, beberapa komponen program pencegahan stunting kini diperkuat, dipertajam, dan disesuaikan untuk mendukung visi-misi Presiden.

saat ini kata dia, tim sedang melakukan penyesuaian dalam perumusan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang masih bersifat sementara (ranwal). RPJMD tersebut dijadwalkan akan dibahas bersama DPRD pada minggu depan.

Selanjutnya kata Sekertaris Bapperida itu, dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, Kabupaten Tojo Una-Una menjadi salah satu yang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat

READ:  Wakil Bupati Touna : Pengembangan Kawasan Transmigrasi Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru, Pemda Siap Menjadi Mitra Strategis Dengan Kementrian Transmigrasi

Diberikannya perhatian itu tak lain Adalah terkait penanggulangan masalah stunting serta pandemi malaria.

Touna bersama Kabupaten Morowali ditetapkan sebagai wilayah prioritas penanganan, seperti yang tertuang dalam surat resmi Kementrian Dalam Negeri, ujarnya.

Selain itu, kebijakan nasional saat ini juga menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting harus dipimpin langsung oleh pemerintah kecamatan.

“dan mekanisme pelaksanaan program ini akan dimulai dari tingkat kabupaten/kota hingga kecamatan, dimulai sejak Januari hingga Desember, ungkapnya.

Saat ini lanjut Ishak, terdapat tiga kabupaten, termasuk Tojo Una-Una, yang telah melakukan input data melalui aplikasi khusus di tingkat kecamatan yang dikoordinasikan oleh Bapperida.

READ:  Resmikan Rumah Cemilan Gula Tapo Togean, Wabup Sebut Simbol Transformasi Sosial Ekonomi Desa Pesisir

Sementara yang menjadi Kelompok sasaran utama dari program ini meliputi ibu hamil, balita, remaja putri, calon pengantin, serta rumah tangga berisiko stunting, kata Ishak.

Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una terus beroptimis, bahwa dengan sinergi lintas sektor dan penguatan di tingkat kecamatan, target penurunan stunting dapat dicapai lebih efektif dan berkelanjutan sesuai arahan Presiden.

Selain itu, komitmen daerah dalam mencapai target penurunan prevalensi stunting nasional menjadi 14% pada tahun 2024. Tutup Ishak**(SAM)

Example 120x600