BANGGAI – Ribuan massa di Kabupaten Banggai yang mengatasnamakan Solidaritas Masyarakat Demokrasi Indonesia (SOMASI) menggelar aksi damai yang digelar di sejumlah wilayah, seperti di Kota Luwuk, Kecamatan Toili dan Kecamatan Nuhon. Senin (28/4/2025).
Warga masyarakat yang tergabung dalam aksi SOMASI tersebut menyuarakan keinginan dari hati mereka,
“Politik telah usai, kami inginkan perdamaian di daerah ini agar proses pembangunan berjalan dengan semestinya” teriak Ahyar aktivis muda asal Nambo itu.
Dampak buruk secara ekonomi imbas ketidakpuasan elit politik apabila PSU kembali akan semakin terpuruknya pertumbuhan dan pembangunan daerah.
Karena anggaran mulai dari Pilkada Kabupaten Banggai 2024 berlanjut PSU Pilkada Banggai yang di laksanakan pada 5 April 2025 terfokus dari uang rakyat milayaran rupiah bersumber dari APBD.
Sehingga uang rakyat (APBD) hanya terkuras habis kalau saja terjadi PSU kembali. Secara signifikan APBD hari ini berimbas pada lesuhnya perputaran perekonomian daerah yang berdampak pada rakyat.
Lambanya pembangunan daerah yang akan tertinggal jauh dari daerah lain karena daerah ini hanya berkutak pada ketidakpuasan dan ambisius para elit politik dengan tidak melihat kepentingan rakyat dan daerah yang jauh lebih penting.
Terpantau aksi demo oleh ratusan bahkan ribuan warga masyarakat yang digelar di sejumlah wilayah tersebut secara tegas menolak gugatan pasangan calon nomor urut 03 (Anti Murad-Samsulbahri Mang).
“Aksi ini merupakan bentuk solidaritas murni dari masyarakat,” tegas Ahyar. (**)









