ININFO.ID, LUWUK – Wakil Bupati Banggai, Furqanuddin Masulili menghadiri kegiatan Diseminasi Strategi Pemasaran Pariwisata Melalui Media Sosial yang digelar di Swiss-Belinn Hotel Luwuk, Kamis (7/8). Acara ini menjadi ajang strategis untuk mendorong potensi pariwisata Banggai melalui kekuatan digital.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Ir. H. Beniyanto, S.T., bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, dan menghadirkan berbagai tokoh penting termasuk Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf, David Christian Tarigan, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai beserta jajaran, serta para pelaku pariwisata lokal.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Furqanuddin menegaskan pentingnya keseriusan dalam membangun industri pariwisata di Kabupaten Banggai.
“Banyak destinasi menarik di daerah kita yang perlu dipromosikan lebih serius agar sektor pariwisata terus berkembang,” ungkapnya.
Sementara itu, David Christian Tarigan yang juga dikenal sebagai penanggung jawab media sosial Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia, menyoroti potensi besar Luwuk yang belum maksimal dioptimalkan lewat media sosial.
“Luwuk itu bagus, hanya saja belum aktif dijual secara digital. Maka kami bawa tema sosial media agar bisa menjadi pengungkit. Contohnya, Danau Paisupok, yang viral karena kekuatan promosi digital,” jelas David.
Ia pun mengapresiasi kehadiran generasi muda dalam kegiatan tersebut.
“Saya senang banyak anak muda hadir. Ini tanda pemerintah Banggai fokus pada generasi muda. Harapannya, anak-anak muda ini bisa menjadi garda terdepan promosi pariwisata kita,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Beniyanto mengingatkan bahwa tantangan utama pariwisata Indonesia adalah infrastruktur. Ia menjelaskan bahwa bahkan destinasi super prioritas seperti Toba, Labuan Bajo, dan Borobudur pun pernah terkendala hal ini.
“Ke depan, kita harus siap menyambut limpahan wisatawan dari Bali yang kini membatasi kunjungan maksimal 7 juta orang per tahun. Wilayah timur, termasuk Banggai, punya peluang besar menarik wisatawan dari Bali dan Lombok, jika promosi dilakukan tepat sasaran,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengelompokan zona wisata dan peran media sosial dalam mengarahkan wisatawan.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber lainnya, Yuliska Labawo, S.S., M.Par., yang memaparkan materi berjudul Model Diseminasi Informasi Pariwisata Digital di Kabupaten Banggai: Kolaborasi, Narasi, dan Inovasi.
Rangkaian acara diseminasi akan berlangsung hingga Jumat, 8 Agustus 2025, dan diharapkan mampu mendorong percepatan promosi pariwisata Kabupaten Banggai melalui strategi digital yang terarah dan kolaboratif. ***















