Touna inInfo.id – Lebih dari Sembilan bulan setelah Bupati terpilih pada Pilkada tahun 2024 yang lalu, Kabupaten Tojo Una-Una dijabat oleh penjabat (Pj) Sekertaris Daerah (Sekda), namun setelah melewati jalan panjangnya itu, kini Kabupaten yang biasa disebut oleh Masyarakat pada umumnya di Daerah ini menyebutnya Sivia Patuju,
“Kini telah memiliki Panglima ASN secara devinitif setelah dilakukan prosesi pelantikan oleh Bupati Ilham Lawidu pada 12 September 2025 di Ruang Rapat eksekutif kantor Bupati Touna pukul 02 Wita”.
Usai melantik, Bupati Ilham melalui sambutannya mengungkapkan, jabatan yang diemban oleh Sekertaris Daerah saat ini bukanlah dirinya yang memberi, namun semua itu dari Allah Subahana Huataallah, sehingga yang pertama harus dilaksanakan bukanlah memberikan jaminan kepada Bupati dan Wakil Bupati, tetapi mendekatkan diri kepada Allah, sebab allah yang akan mencabut jabatan itu dari diri kita, bukan Bupati, ujarnya.
Selanjutnya Bupati mengakui selama dirinya berpolitik, dimulai dari Wakil Bupati hingga maju menjadi Bupati, dirinya tak pernah menjanjikan jika dirinya terpilih, Alfian Matajeng akan diangkat menjadi Sekda,
“Bahkan kata dia, ada beberapa orang yang dijanjikan namun tak diangkatnya walaupun seluruhnya OPD itu 80 persen bersyarat untuk menjadi Sekda, mengapa demikian karena itu Adalah ucapan manusia, yang menentukan Adalah Allah Subahanahuataallah, dan karunianya diturunkan kepada Alfian, tegas Ilham”.
Kepada Sekda Alfian yang baru saja dilantiknya, Bupati meminta agar melaksanakan tugas dengan sebaiknya, sesuai ketentuan agama dan Undang-Undang.
Dalam kesempatan itu, Bupati mengajak kepada OPD dan semua pihak benar-benar untuk bekerjasama. Apa yang telah menjadi tugas kita, laksanakan dengan baik, sebab semua Amanah yang dititipkan Allah untuk dilaksanakan, ujarnya.
Bupati berharap, kita semua dapat bekerjasama dengan baik antara Sekda, Wakil Bupati, OPD dan DPRD. Apa yang menjadi kebijakan Pemerintah Pusat terhadap Kabupaten Tojo Una-Una, dapat dijadikan Pelajaran
Menjadi Pemerintah kata Ilham sama dengan kita menjadi Pemimpin dalam rumah tanggah, jangan berharap kepada tetangga, dan keluarga, sebagai kepala, kita harus berdiri dikaki kita sendiri. Begitu pula kita di Daerah, dengan situasi saat ini, kita harus bisa berdiri di kaki kita sendiri, “untuk menghidupi, membesarkan dan mengayomi rakyat yang dipimpinnya, sambung Bupati”.
Bupati mengakui bahwa dirinya bersama Wakil Bupati tidak ada apa-apanya untuk melaksanakan sesuatu tanpa dukungan kita semua, tutupnya.**(Sam)









