ININFO.ID, BANGGAI — Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri cabang olahraga (cabor) karate, FORKI Banggai mengirim satu atlet. Karateka itu adalah Miftah Fauzan Tandjungbulu.
Rencananya, PON Beladiri cabor karate itu akan berlangsung 23-26 Oktober 2025, bertempat Kudus Jawa Tengah.
Kepala Pelatih FORKI Banggai, Alan Nuary Abdussama, SH., AIFO-P menginformasikan, Miftah Fauzan terjaring dan menjadi duta Sulawesi Tengah pada ajang bergengsi tersebut.
Miftah Fauzan Tandjungbulu yang merupakan atlet Inkanas Banggai pernah meraih medali perunggu pada PON Aceh-Sumut 2024.

Yang turut membanggakan sambung Alan, Miftah Fauzan adalah asli putra daerah Kabupaten Banggai.
Ia binaan FORKI Banggai, yang saat ini masih tetap konsisten sekaligus mendapat kepercayaan Sulawesi Tengah untuk berjuang membawa nama baik daerah pada perhelatan pesta olahraga terbesar kali ini.
Secara terpisah, Ketua Harian Pengkab FORKI Kabupaten Banggai, Moh. Yori Ntoi mengatakan, meski hanya ada 1 atlet Banggai pada PON Beladiri cabor karate, namun ia tetap optimis, Miftah Fauzan bakal membawa harum nama Sulteng dan Banggai.
“Saya yakin peluang mendapat medali cukup besar. Walaupun hanya 1 atlet kita,” kata Yori.
Ia menambahkan, eksistensi atlet karate pada ajang bergengsi ini, menjadi salah satu pembuktian konsistensi pembinaan yang berkelanjutan dan terarah oleh FORKI Banggai, yang dinahkodai Bapak Olahraga Kabupaten Banggai, Bupati Ir H. Amirudin, MM., AIFO selaku Ketua Umum FORKI Banggai.
“Ini tidak lepas dari tangan dingin pak Bupati sekaligus Ketum KONI dan FORKI Banggai,” ucap Yori.
Pada penghujung komentar, Yori menaruh harapan, semoga dengan pembinaan olahraga Kabupaten Banggai terus berkelanjutan dan terukur.
Sehingga terus menciptakan sederet prestasi olahraga Kabupaten Banggai secara umum dan Karate Kabupaten Banggai secara khusus.
Alan juga menginformasikan, FORKI Banggai juga terjaring masuk dalam kontingen Sulawesi Tengah untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS), 1-7 November di Jakarta.
Ada tiga atlet yang terjaring untuk menjadi duta Sulteng berdasarkan hasil dan evaluasi pelaksanaan POPDA.
Ketiganya adalah Adriansya Kambung (Inkanas), Giromi Michelia Putri J. Tosepu (Inkai) dan Nabila Abigail Cavali Suni (Inkanas).
Menurut Alan, kedua ivent olahraga terbesar di Indonesia, yakni PON Beladiri dan POPNAS adalah momentum yang tidak mudah untuk bisa berkesempatan dapat ikut serta untuk berprestasi.
Sehingga ini menjadi momentum untuk dapat menorehkan prestasi.
“Terima kasih atas dukungan dan support dalam memajukan Olahraga Kabupaten Banggai,” tutup Alan. *









