ININFO, BANGGAI – Dalam upaya meningkatkan perlindungan terhadap anak dan perempuan dari kekerasan, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP2KB-P3A) Kabupaten Banggai menggelar sosialisasi sekaligus pengukuhan Forum Perlindungan Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan, masa bakti 2024-2027.
Acara yang berlangsung di Hotel Estrella, Luwuk, pada Jumat 18 Oktober 2024, terut dihadiri Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Banggai, Raziras Rahmadillah, S.STP., MA, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Kejaksaan Banggai, Kapolres Banggai, dan sejumlah camat se-Kabupaten Banggai.
Faisal Karim, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas P2KB-P3A, menegaskan pentingnya komitmen bersama untuk menurunkan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Banggai.
“Kami berharap melalui forum ini, kita bisa menyatukan tujuan untuk menurunkan angka kekerasan dan melindungi hak-hak perempuan serta anak,” ujarnya.
Pjs Bupati Banggai, Raziras Rahmadillah, dalam sambutannya mengapresiasi langkah DP2KB-P3A membentuk forum ini.
Ia menyebutkan bahwa forum ini akan menjadi wadah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan memberikan dukungan konkret kepada para korban kekerasan.
“Ini adalah platform strategis yang tidak hanya meningkatkan kesadaran, tetapi juga memberikan dukungan moral dan hukum bagi korban kekerasan,” ungkap Raziras.
Acara ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Dr. Zubair, M.Si., Kepala DP3A Sulawesi Tengah, yang membawakan materi kebijakan perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM); Hendra Poltak Tafonao, S.H., M.H., dan Brigpol Widyawati Pratiwi, S.H., dari Unit Perlindungan Anak Satreskrim Polres Banggai.
Forum ini tidak hanya fokus pada perlindungan, tetapi juga bertujuan mengedukasi masyarakat tentang hak-hak anak dan perempuan serta menciptakan lingkungan yang aman. Ke depannya, forum akan mengadakan berbagai kegiatan, termasuk seminar, pelatihan, dan sosialisasi, guna meminimalisir stigma serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat.
Dengan pengukuhan forum ini, diharapkan Kabupaten Banggai bisa menjadi contoh daerah yang serius dalam melindungi perempuan dan anak dari kekerasan. Masyarakat diundang untuk berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang akan diadakan oleh forum, demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi semua. ***















