ININFO, BANGGAI – Bupati Banggai resmi membuka kegiatan pelayanan KB gratis yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia, berkolaborasi dengan Government Expo dan Hari Ulang Tahun Kecamatan Luwuk Selatan ke-12.
Acara tersebut berlangsung meriah di Kantor Kelurahan Jole, Kecamatan Luwuk Selatan, Jumat 20 September 2024. Mengusung tema “Gema Abangku” atau Gembira Bersama Anak Banggaiku, kegiatan ini diikuti oleh masyarakat Kecamatan Luwuk Selatan, pelaku UMKM, serta tenaga kesehatan.
Tak hanya menyuguhkan pelayanan KB, acara ini juga menjadi wadah bagi pengembangan ekonomi lokal melalui kehadiran empat pelaku UMKM yang turut meramaikan suasana.
Kegiatan yang digagas oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP2KB-P3A) Kabupaten Banggai ini berfokus pada peningkatan kesadaran penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang. Tujuannya adalah untuk mendorong lebih banyak pasangan usia subur agar menggunakan metode kontrasepsi yang efektif dalam menunda dan mengatur jarak kehamilan.
Menurut Kasi Penyuluh Jaminan Pelayanan Keluarga Berencana (PJPKB) Siliman, S.K.M., alat kontrasepsi jangka panjang yang ditawarkan dalam kegiatan ini meliputi Implan, IUD (Intra Uterine Device), Tubektomi atau Metode Operasi Wanita (MOW), serta Vasektomi atau Metode Operasi Pria (MOP).
“Alat kontrasepsi seperti IUD bisa bertahan antara 3-8 tahun, sementara Implan antara 3-5 tahun. Sedangkan MOW dan MOP merupakan metode permanen yang digunakan bagi pasangan yang tidak ingin memiliki anak lagi,” ujar Siliman.
Ia juga menjelaskan bahwa sasaran dari program ini adalah pasangan usia subur yang ingin menunda atau membatasi jumlah anak, serta pasangan yang ingin memberikan jarak antar kehamilan untuk kesejahteraan keluarga.
“Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga demi kesejahteraan generasi mendatang,” tutupnya. ***















