Example floating
Example floating
PEMDA TOJO UNA UNA

Wakil Bupati Touna, Pimpin Upacara Peringatan Hardiknas Ke 61 Di Kecamatan Tojo

399
×

Wakil Bupati Touna, Pimpin Upacara Peringatan Hardiknas Ke 61 Di Kecamatan Tojo

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Touna, Pimpin Upacara Peringatan Hardiknas Ke 61 Di Kecamatan Tojo. (Foto Doc Kominfo)

Touna inInfo id – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke 61, Tahun 2025 dilaksanakan di Kabupaten Tojo UnaUna

Bupati Touna Ilham Lawidu memimpin Upacara peringatan tersebut di Kantor Bupati, sementara Wakil Bupati, Jumat 2 Mei 2025 memimpin upacara di lapangan Sepak Bola Lindo Raya Kecamatan Tojo.

Example 300x600
Wakil Bupati Touna, Pimpin Upacara Peringatan Hardiknas Ke 61 Di Kecamatan Tojo. (Foto Doc Kominfo)

Wakil Bupati Surya S.Sos M.Si bertindak selaku pembina upacara membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti yang bertajuk “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”

Dalam pidatonya, menteri Abdul Mu’ti mengatakan Peringatan Hari Pendidikan Nasional bukanlah sekedar seremonial tahunan yang ditandai dengan upacara bendera dan berbagai ragam lomba.

Namun hari Pendidikan Nasional merupakan momentum untuk kita meneguhkan dan meningkatkan dedikasi, komitmen, dan semangat untuk memenuhi amanat konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan layanan pendidikan yang terbaik, bermutu, dan berkemajuan bagi seluruh anak bangsa.

Undang-undang Dasar 1945 menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Di dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2003 disebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu. Sesuai amanat Konstitusi,

READ:  Pemkab Touna Gencarkan Penanganan Stunting, Lewat Pelaporan Digital Terintegrasi

“Tidak boleh ada diskriminasi atas dasar agama, fisik, suku, bahasa, ekonomi, jenis kelamin, domisili dan sebab-sebab lain yang menyebabkan seseorang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan”.

Pendidikan adalah hak asasi dan hak sipil yang melekat dalam diri setiap insan baik sebagai pribadi maupun warga negara. Pada hakikatnya pendidikan adalah proses membangun kepribadian yang utama, akhlak mulia, dan peradaban bangsa.

Secara individual, pendidikan adalah proses menumbuh kembangkan fitrah manusia sebagai makhluk pendidikan (homo educandum) yang dengannya manusia menguasai ilmu pengetahuan, memiliki keterampilan, dan berbagai kecerdasan yang memungkinkan mereka meraih kesejahteraan dan kebahagiaan material dan spiritual. Dalam konteks kebangsaan,

Pendidikan adalah sarana mobilitas sosial-politik yang secara vertikal mengangkat harkat dan martabat bangsa. Karena itu sangat tepat ketika Presiden Prabowo menempatkan pendidikan sebagai prioritas,

“Sebagaimana disebutkan dalam Asta Cita keempat, Presiden Prabowo berkomitmen membangun sumberdaya manusia yang kuat sebagai aktor dan agen perubahan yang mengantarkan Indonesia menjadi bangsa dan negara yang adil dan makmur.

READ:  Pemda Touna Beri Apresiasi Pembentukan TTIS, Wabup Dukung BSSN

Melalui pendidikan, Presiden Prabowo berkomitmen memutus mata rantai kemiskinan. Presiden bertekad memajukan pendidikan melalui revitalisasi sarana-prasarana pendidikan, pembelajaran digital, dan peningkatan kualitas, kualifikasi, dan kinerja guru melalui pemenuhan kualifikasi, peningkatan kompetensi, dan kesejahteraan.

Dengan cara demikian, guru diharapkan dapat menjadi agen pembelajaran dan agen peradaban. Para guru tidak hanya menjadi fasilitator pembelajaran tetapi juga mentor dan konselor para murid. Guru adalah orang tua yang senantiasa berada di sisi para murid dalam suka dan duka serta memandu para muridnya mencapai cita-cita luhur.

Untuk itu, diperlukan kerjasama semua pihak, baik pemerintah, orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan media massa. Pemerintah sebagai penyelenggara negara tidak dapat bekerja sendiri karena keterbatasan sumberdaya dan sumberdana.

Perlu dukungan dan partisipasi semesta agar pendidikan sebagai layanan publik dapat berperan mengantarkan anak-anak menjadi generasi hebat dan kuat.

READ:  Perluas Akses Pendidikan Tinggi Di Touna, Bupati Ilham Lawidu Bersama Unisa Palu Tandatangani MOU

Sejak Oktober 2024, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah

melakukan langkah-langkah nyata membangun layanan pendidikan yang bermutu.Secara manajerial,

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memperbaiki tata kelola, pembinaan, dan kinerja guru. Secara kurikuler, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan menerapkan Pembelajaran Mendalam (deep learning), pemberlakuan Test Kemampuan Akademik (TKA), serta pembelajaran Koding, dan Kecerdasan Artifisial (AI). Secara pedagogis

Dalam rangka membentuk karakter, Kementerian membuat kebijakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolah raga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat, program Pagi Ceria yang meliputi Senam Anak Indonesia

Hebat (SAIH), menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa bersama.

Pendidikan karakter pada tingkat pendidikan Taman Kanak-kanak diluncurkan Album Kicau yang berisi lagu dan anak-anak.

Dengan semangat hari Pendidikan Nasional, mari kita saling bergandeng tangan, bahu membahu, dan bergotong royong mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua, ajak Abdul Mu’ti dalam pidatonya.***(Sul)

Example 120x600