INinfo, Banggai – Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai mengumumkan rencana ambisius untuk membangun Mall Grand Central Luwuk pada tahun 2025 nanti. Melalui alokasi anggaran tahun 2024 dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), proyek ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan dan penataan infrastruktur perkotaan.
Menurut Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Infrastruktur Permukiman Dinas PUPR Kabupaten Banggai, Ir. I Putu Jati Arsana, ST. MT, pembangunan mall ini akan memanfaatkan teknologi dan material terbaru untuk menciptakan bangunan yang fungsional dan estetis. Mall ini akan menjadi penggerak ekonomi utama di Kota Luwuk, menjawab kebutuhan masyarakat akan produk dan layanan modern serta menyediakan fasilitas hiburan seperti bioskop, restoran, dan area bermain.
“Mall Grand Central Luwuk akan menjadi pusat ekonomi dan bisnis, menyediakan ruang bagi berbagai toko dan perusahaan. Ini akan menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” jelas Arsana.
Selain berfungsi sebagai pusat belanja dan hiburan, mall ini juga akan meningkatkan kualitas hidup warga dengan menyediakan tempat rekreasi dan bersosialisasi. Lokasinya yang strategis di Kawasan Wisata Teluk Lalong diharapkan dapat menarik wisatawan domestik dan mancanegara.
Proyek ini akan mencakup enam lantai dengan total luas sekitar 22.800 m², yang terdiri dari area perbelanjaan, kantor sewa, dan hotel. Fasilitas yang direncanakan meliputi atrium, food court, toko buku, bioskop, dan hotel. Pembangunan mall ini juga diharapkan dapat memicu pembangunan infrastruktur lainnya, seperti jalan dan fasilitas umum, serta mendukung urbanisasi yang terencana dengan baik.
Namun, tantangan seperti dampak terhadap bisnis lokal kecil dan masalah lingkungan perlu diperhatikan. Perencanaan yang matang dan analisis kebutuhan pasar sangat penting untuk memastikan manfaat maksimal bagi masyarakat Luwuk.
“Dengan Mall Grand Central Luwuk, kami berharap dapat mengubah wajah Kota Luwuk menjadi lebih modern dan memposisikannya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional di Kawasan Timur Sulawesi,” tambahnya. ***















