ININFO, TOILI – Tekad kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 mendorong seorang ibu muda asal Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, mencari cara menambah penghasilan tanpa membebani keluarga.
Zeni Zainuddin (25), seorang guru honorer sekaligus ibu satu anak, kini sukses meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah per bulan dari usaha jual-beli emas batangan Galeri 24 dan Antam. Menariknya, usaha tersebut ia mulai dari nol, bahkan tanpa modal.
“Awalnya cuma hobi menabung emas digital. Saya sering posting di WhatsApp, lama-lama ada teman yang minta tolong dibelikan emas batangan,” ungkap Zeni, Selasa 15 April 2026.
Dari sekadar berbagi aktivitas menabung, peluang usaha pun terbuka. Permintaan jasa titip (jastip) dari teman-temannya menjadi titik awal bisnis yang kini terus berkembang.
Tak berhenti di situ, Zeni kemudian memperluas pasar dengan memanfaatkan media sosial.
“Dari teman-teman WhatsApp, saya mulai coba jualan di Facebook. Ternyata responsnya bagus, pembeli makin banyak,” katanya.
Di awal merintis usaha, Zeni mengaku tidak memiliki modal sama sekali. Ia hanya mengandalkan ponsel untuk mencari informasi dan memasarkan produk.
“Pertama kali jualan tanpa modal. Saya foto emas di Pegadaian, bahkan yang sedang dilelang. Saya keliling dari satu Pegadaian ke Pegadaian lain cari info stok. Kalau ada yang minat, mereka transfer dulu, baru saya ambilkan barangnya,” jelasnya.
Keuletannya membuahkan hasil. Dari keuntungan yang dikumpulkan, kini Zeni telah memiliki modal sendiri dan meningkatkan sistem pelayanan dengan menyediakan transaksi langsung atau cash on delivery (COD).
“Sekarang sudah bisa layani COD, jadi barang datang dulu baru dibayar. Pembeli jadi lebih percaya,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga melayani jual-beli emas batangan gadai, sehingga memberikan lebih banyak pilihan bagi pelanggan.
Jangkauan usahanya pun terus meluas. Pelanggannya kini berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Toili, Luwuk, Bunta, Bualemo, hingga Banggai Kepulauan.
“Alhamdulillah, pelanggan sudah dari banyak daerah. Saya sangat bersyukur,” katanya.
Bagi Zeni, usaha ini bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga menjadi jalan untuk meraih impian melanjutkan pendidikan.
“Saya ingin lanjut S2, tapi tidak mau membebani suami. Dari emas ini saya kumpulkan biaya sendiri,” tuturnya.
Ia pun berharap kisahnya bisa menjadi inspirasi, khususnya bagi perempuan muda dan guru honorer, agar berani memulai usaha.
“Jangan tunggu punya modal besar. Mulai saja dari yang kita bisa. Saya juga mulai dari nol. Kuncinya konsisten dan jujur. Kalau ada yang berminat untuk menabung emas bisa hubungi saya di Facebook @Zeni Zainuddin atau hubungu nomor WhatsApp saya +62 858-2360-7763,” pungkasnya.***









