ININFO, BANGGAI – Inovasi kuliner khas Banggai kembali mencuri perhatian dengan peluncuran Jalapagos Ples, sebuah produk makanan tradisional yang menggabungkan cita rasa lokal dari Jaha, Lalampa, Gogos, serta Pisang Lowe Sinanga. Produk ini berasal dari Desa Buon Mandiri, Kecamatan Luwuk Utara, dan sudah diresmikan sejak dua tahun lalu pada tahun 2022. Namun, pendaftaran resmi ke pasar nasional baru dilakukan pada 18 Agustus 2024.
Camat Luwuk Utara Iskandar Limonu yang juga menjadi penggagas inovasi ini, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian yang telah diraih.
“Kami merasa bangga dapat mengangkat kuliner lokal khas Saluan hingga dikenal di kancah nasional,” ujarnya.
Iskandar juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Daerah Banggai, Bupati dan Wakil Bupati, serta Kepala Bidang Brida yang telah mendukung penuh upaya pengembangan UMKM di wilayah tersebut. Ia juga berterima kasih kepada para pelaku UMKM di Kecamatan Luwuk Utara yang telah bekerja keras bersama-sama untuk memajukan produk ini.
“Dengan adanya inovasi Jalapagos Ples, pendapatan pelaku UMKM meningkat signifikan. Sebelumnya, pendapatan harian mereka hanya sekitar Rp50.000. Namun setelah peluncuran dan promosi yang dilakukan, pendapatan mereka kini mencapai Rp100.000 per hari,” jelas Iskandar.
Data penjualan yang dicatat sejak hari pertama goverment expo menunjukkan peningkatan yang mengesankan. Pada hari pertama, terjual 200 pcs Jalapagos Ples, sementara di hari kedua penjualan melonjak hingga lebih dari 500 pcs. Hari ketiga mencatat sekitar 800 pcs, dan di hari keempat, yang sekaligus menjadi hari penutupan, penjualan mencapai lebih dari 1.000 pcs.
Iskandar menambahkan bahwa ada keunikan cita rasa dalam Jalapagos Ples yang menjadi daya tarik tersendiri. Hal inilah yang membuat pihaknya berkomitmen untuk terus memperjuangkan inovasi kuliner lokal ini.
“Perbedaan cita rasa inilah yang membuat kami yakin UMKM di Luwuk Utara perlu terus kami dukung dan perjuangkan,” tutup Iskandar dengan optimisme. ***












