ININFO, JAKARTA – Situasi di Lebanon Selatan memanas setelah Israel memulai operasi darat militernya pada Selasa, 1 Oktober 2024. Serangan ini, yang diklaim Israel ditargetkan hanya kepada kelompok Hizbullah, memicu perlawanan sengit.
Di tengah gempuran, Hizbullah menanggapi dengan serangan balik. Angkatan bersenjata Israel melaporkan adanya peluncuran tiga roket dari Lebanon menuju wilayah Safed. Dua roket berhasil dicegat oleh sistem pertahanan Israel, sementara satu roket lainnya jatuh di daerah terbuka tanpa menimbulkan korban.
Sementara itu, situasi semakin tegang. Pasukan pendudukan Israel dilaporkan menghalangi tim Palang Merah Palestina di Nablus untuk memberikan bantuan medis kepada korban di kota tua. Sementara itu, saluran Al Jazeera mengabarkan bahwa Otoritas Operasi Perdagangan Maritim Inggris menekankan bahwa mereka telah menerima laporan tentang kecelakaan yang terjadi 64 mil laut sebelah barat laut Al Hudaydah di Yaman.
Wartawan Al Jazeera melaporkan bahwa artileri Israel menembaki daerah utara kota Rafah di selatan Gaza, memperburuk situasi kemanusiaan di kawasan tersebut.
Dalam perkembangan terpisah, Otoritas Operasi Perdagangan Maritim Inggris menginformasikan adanya kecelakaan di laut yang terjadi sekitar 64 mil laut sebelah barat laut Al Hudaydah, Yaman, menambah rangkaian konflik di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, Israel tetap siaga. Sirene peringatan roket berbunyi di kota Safed dan desa-desa sekitarnya, memperingatkan penduduk tentang potensi bahaya serangan udara. ***










