ININFO, BANGGAI – Pemerintah Kabupaten Banggai meluncurkan inisiatif inovatif untuk mengoptimalkan potensi lokal dengan mengubah limbah sabut kelapa menjadi produk bernilai tinggi.
Menurut kajian terbaru dari Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), sabut kelapa di Banggai menawarkan potensi besar sebagai komoditas ekspor yang menjanjikan.
Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mengolah sabut kelapa, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.
Kabupaten Banggai memiliki sekitar 59.662 hektare lahan perkebunan kelapa dengan 4,5 juta pohon kelapa produktif. Setiap tahun, daerah ini menghasilkan sekitar 50.760 ton buah kelapa, yang setara dengan sekitar 679,5 juta butir.
Limbah sabut kelapa yang dihasilkan dari produksi ini berkisar antara 360.000 hingga 600.000 ton per tahun. Potensi pengolahan sabut kelapa basah menjadi sabut kelapa kering menawarkan peluang bisnis yang menguntungkan, dengan harga pasaran sabut kelapa kering antara Rp6.000 hingga Rp6.500 per kilogram. Dengan potensi produksi tahunan mencapai 180 juta hingga 300 juta kilogram, nilai ekonomi yang bisa dihasilkan berkisar antara Rp1,08 triliun hingga Rp1,95 triliun.
Salah satu fokus utama dari inisiatif ini adalah mempersiapkan produk olahan sabut kelapa untuk pasar internasional. Pemerintah Banggai berharap produk sabut kelapa kering dapat menjadi komoditas andalan yang membuka peluang ekonomi lebih luas bagi masyarakat lokal.
Kepala Brida Banggai, Andi Nursyamsy, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan hasil kajian mendalam atas arahan Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka. Andi menekankan pentingnya peran BUMDes di setiap kecamatan dengan perkebunan kelapa untuk aktif dalam pengolahan limbah kelapa, guna menciptakan produk bernilai tambah.
“Dengan dukungan riset yang kuat dan partisipasi aktif dari masyarakat serta BUMDes, kami yakin program ini akan membawa perubahan signifikan dalam perekonomian Kabupaten Banggai,” ujar Andi Nursyamsy, Selasa 10 September 2024.
Inisiatif ini tidak hanya mencerminkan komitmen pemerintah dalam mengelola sumber daya lokal secara berkelanjutan, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kapasitas ekspor. ***















