ININFO, BANGGAI – Pertamina EP Cepu (PEPC), sebagai bagian dari Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan operasi hulu migas.
Dalam perayaan hari jadinya yang ke-19, PEPC menegaskan pentingnya kolaborasi untuk mewujudkan kinerja keberlanjutan di tengah tantangan global menuju energi bersih.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Chalid Said Salim, mengungkapkan bahwa wilayah Regional Indonesia Timur kini menjadi tulang punggung operasi hulu migas Pertamina. Dengan tambahan wilayah kerja baru seperti PHE Masela, PHE North Ketapang, PHE North East Java, dan WK Melati, mayoritas produksi kini didominasi oleh gas sumber energi fosil terbersih yang mendukung transisi ke energi terbarukan.
“Regional Indonesia Timur tidak hanya menjadi masa depan hulu migas, tetapi juga menghadirkan peluang dan tantangan besar yang memerlukan kontribusi maksimal dari semua perwira,” ujar Chalid dalam acara yang berlangsung di Jakarta, Selasa 17 September 2024.
Mengusung tema “Collaborations for Sustainability”, PEPC menggandeng banyak mitra bisnis dalam mengelola wilayah kerjanya. Direktur Regional Indonesia Timur, Muhamad Arifin, menegaskan bahwa keberlanjutan operasi tidak dapat diwujudkan sendirian.
“Kemitraan strategis dengan pemangku kepentingan sangat penting untuk memastikan operasi berjalan sesuai harapan,” katanya.
Salah satu langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan ini adalah drilling campaign yang dilakukan di Sulawesi dan Papua. Selain itu, produksi PEPC selama semester I/2024 tercatat mencapai 83.929 BOPD untuk minyak dan 650.450 MMSCFD untuk gas—melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Wilayah operasi Regional Indonesia Timur yang tersebar luas dan berjauhan dengan pusat infrastruktur memerlukan inovasi terus-menerus. Upaya ini terbukti dengan raihan 37 penghargaan nasional dan internasional untuk berbagai program keberlanjutan, termasuk 39 program lingkungan yang telah berhasil mengurangi emisi karbon sebanyak 57.642,72 CO2eq pada Triwulan III/2024.
Lapangan Sukowati di Jawa Timur bahkan dipilih sebagai lokasi implementasi teknologi Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS), sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan produksi secara ramah lingkungan.
PEPC juga mengedepankan tanggung jawab sosialnya dengan program-program pemberdayaan masyarakat. Beberapa di antaranya telah mendapatkan penghargaan PROPER Emas, seperti program SALT CENTRE di Bangkalan dan akses air bersih bagi komunitas adat di Banggai, Sulawesi Tengah.
Dengan kinerja yang stabil dan inovasi berkelanjutan, PEPC Regional Indonesia Timur siap untuk terus mendukung ketahanan energi nasional, berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, serta menciptakan dampak positif bagi masyarakat sekitar. ***















